Tentang UGM
FEB UGM
Perpustakaan UGM
Webmail @UGM
Bahasa Indonesia
English
Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Magister Sains dan Doktor

Fakultas Ekonomika dan Bisnis

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Home Berita
Berita
Peluncuran SINTA, Pengelola Program MD, Prof. Jogiyanto, Menempati Peringkat Tertinggi pada Prodi FEB Seluruh Indonesia PDF Print E-mail
Tuesday, 14 March 2017 07:12

Pengelola-1 (1)

Program MD FEB UGM berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.


SINTA, sebuah sistem indeks sains dan teknologi, diluncurkan oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Muhammad Nasir pada hari Senin (30/01/2017) di Gedung Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. SINTA adalah sebuah portal yang berisi tentang pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi yang di dalamnya meliputi kinerja peneliti, penulis, dan pengarang suatu artikel ataupun buku, serta kinerja institusi pendidikan.

Menristek Muhammad Nasir menjelaskan bahwa ide pembuatan portal ini didasari oleh adanya ketimpangan antara jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan dengan jumlah mahasiswa dan dosen di Indonesia. Ketimpangan ini, mengakibatkan peneliti-peneliti Indonesia kurang dikenal masyarakat global.

Ia melanjutkan, permasalahan ketimpangan ini semakin menjadi urgensi yang perlu segera ditindaklanjuti mengingat fakta bahwa daya saing Indonesia menurun dari peringkat 37 pada tahun 2015 ke peringkat 41 pada tahun 2016. Penurunan ini sejalan dengan rendahnya belanja penelitian dan pengembangan yang baru mencapai 0,2 persen per Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga indikator penelitian dan pengembangan yang terdiri dari publikasi, kekayaan intelektual, dan purwarupa masih belum optimal.

Di dalam sistem ini, Pengelola Program MD FEB UGM, Prof. Jogiyanto Hartono, MBA berhasil menembus peringkat ke-3 dengan H-index 29 dan sekaligus menempati peringkat tertinggi pada Prodi FEB seluruh Indonesia. Hal tersebut, merupakan perwujudan komitmen pengelola dan Program MD untuk mendukung program pemerintah dengan terus meningkatkan mutu pendidikan serta mendorong publikasi artikel dan buku yang berkualitas bagi dosen maupun mahasiswa. (CAM)

 
Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Halu Oleo Berkunjung ke Program MD PDF Print E-mail
Wednesday, 22 February 2017 03:49

haluoleo.jpg - 82.36 Kb

Pengelola Prodi S3 Ilmu Manajemen Universitas Halu Oleo Bersama Dr. Nurul Indarti, Rabu (22/02/2017).

YOGYAKARTA – Pengelola Program S3 Ilmu Manajemen Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara bersama rombongan mahasiswa S3-nya berkunjung ke UGM dalam rangka studi pustaka dan pengayaan wawasan tentang pengelolaan akademik di Program MD FEB UGM. Nurul Indarti, SivilØkonom, Cand., Merc., PhD selaku Ketua Prodi Manajemen sekaligus perwakilan dari Program MD turut menyambut para pengelola dari Universitas Halu Oleo.

Setelah pihak dari Universitas Halu Oleo memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud dan tujuannya, Dr. Nurul memaparkan overviu mengenai program studi doktor dan restrukturisasi yang telah dilakukan sejak tahun 2016. Ia mengatakan, stigma yang menilai bahwa kuliah S3 di UGM itu susah masuk dan susah keluar sudah tidak perlu dikhawatirkan. Bahwasanya untuk mencapai hal tersebut, Program MD telah melakukan beberapa perubahan kebijakan akademik yang ditujukan untuk mempercepat lulusnya mahasiwa/i S3 namun dengan kualitas yang tetap baik.

Dr. Nurul juga menyampaikan, untuk mencetak mahasiwa/i yang berkualitas baik dibutuhkan tenaga pendidik yang baik dan berkualitas. Oleh karena itu, Program MD mensyaratkan bahwa tenaga dosen wajib academically qualified. Terlebih, sejak tahun 2015 FEB UGM telah terakreditasi AACSB sehingga tenaga dosen yang dimiliki pun harus terkualifikasi secara internasional.

Koordinator Prodi S3 Ilmu Manajemen Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Samdin, SE, MSi, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah diterima dengan baik dan diizinkan untuk melakukan studi pustaka di Program MD FEB UGM. Ia berharap, kunjungan ini dapat menjadi ajang pembelajaran bagi Program Studi S3 Universitas Halu Oleo. (CAM)

 
Dosen UNIKA Soegijapranata, Retno Yustini, Resmi Meraih Gelar Doktor PDF Print E-mail
Wednesday, 22 February 2017 02:59

retno1.jpg - 46.09 Kb

Dr. Retno Yustini Wahyuningdyah, MSi bersama para penguji, Jumat (17/02/2017).

YOGYAKARTA – Jumat (17/02/2017), Retno Yustini Wahyuningdyah, MSi resmi meraih gelar doktor di Auditorium BRI Gedung MD FEB UGM. Dipromotori oleh Prof. Dr. Basu Swastha Dharmmesta, MBA serta di ko-promotori oleh Dr. BM. Purwanto, MBA, dosen UNIKA Soegijapranata tersebut berhasil memertahankan disertasinya yang berjudul “Anteseden dan Konsekuensi Orientasi Pasar pada Instansi Pemerintah Kabupaten dan Kota” di hadapan para penguji. Dr. Retno merupakan doktor ke-3503 yang diluluskan oleh UGM dan doktor ke-227 yang diluluskan oleh FEB UGM.

Promovenda menjelaskan bahwa orientasi pasar penting untuk diteliti karena paradigma pelanggan sebagai pusat akan terus menjadi perhatian bagi tiap organisasi. Menurutnya, hingga kini masih banyak penelitian yang hanya berfokus pada anteseden orientasi pasar namun mengabaikan konsekuensinya. Padahal, konsekuensi dari orientasi pasar yang diwujudkan oleh kinerja karyawan merupakan impak yang juga memiliki urgensi untuk diteliti lebih lanjut.

Dosen yang menempuh S2 dan S3-nya di Program MD FEB UGM ini juga berharap bahwa selain mengisi gap teori, penelitian ini juga mampu mengisi gap empirik dengan perluasan studi pada area instansi Pemerintah Kabupaten dan Kota Propinsi Jawa Tengah. Area tersebut, sejauh telaah literatur yang dilakukan oleh promovenda, belum pernah dilakukan penelitian serupa sebelumnya.

Prof. Basu Swastha Dharmmesta, MBA, selaku promotor dari Dr. Retno mengatakan bahwa penelitian tersebut datanya cukup sulit didapat. Namun demikian, ia bangga karena Dr. Retno sangat konsisten dalam mengerjakan disertasinya. (CAM)

 
Dosen Taruna AAU, Letkol (Sus) Suwito, Resmi Meraih Gelar Doktor PDF Print E-mail
Friday, 17 February 2017 06:07

2017-02-17-PHOTO-00000061

Letkol (Sus) Dr. Drs. Suwito, MSi bersama rekan TNI AU, Jumat (17/02/2017).

YOGYAKARTA – Letkol (Sus) Drs. Suwito, MSi pada hari ini, Jumat (17/02/2017) resmi meraih gelar doktor di Auditorium BRI Gedung MD FEB UGM. Dipromotori oleh Dr. T. Hani Handoko, MBA serta di ko-promotori oleh Dr. BM. Purwanto, MBA dan Dr. Amin Wibowo, MBA, Dr. Suwito berhasil memertahankan disertasinya yang berjudul “Anteseden Individual-Kelompok dan Konsekuensi Efikasi Diri: Analisis Lintas Level” di hadapan para penguji. Dr. Suwito merupakan doktor ke-3502 yang diluluskan oleh UGM dan doktor ke-226 yang diluluskan oleh FEB UGM. Turut hadir dalam acara sidang terbuka ini, Dr. Eko Suwardi, MSc, Akt sebagai Ketua Tim Penguji dan selaku Dekan FEB UGM.

Perwira menengah yang telah mengajar di dunia militer selama dua puluh empat tahun tersebut berharap disertasinya ini akan memberikan sumbangsih yang berarti di bidang perilaku organisasi. Berdasarkan studi literatur yang dilakukannya, Dr. Suwito yakin bahwasanya penelitian di bidang efikasi diri selama ini masih dilakukan secara parsial. Artinya, perlu dilakukan penelitian efikasi diri secara total, pada anteseden dan konsekuensinya. Untuk melakukan hal tersebut, ia membagi anteseden efikasi diri menjadi dua, yaitu, kemampuan intelektual dan kemampuan fisik dan konsekuensi efikasi diri yaitu, kinerja tugas dan kinerja kontekstual.

Lebih lanjut, ia yakin penelitian ini akan memberi solusi pada kesenjangan metodologi, mengingat ranah efikasi diri pada umumnya menggunakan analisis studi level individu, bukan di level unit atau kelompok seperti yang ia lakukan. Terlebih, ia melakukan studi ini pada latar pendidikan militer yang memiliki karakteristik khusus dibanding dengan pendidikan umum lain. Harapannya, hal tersebut juga akan melengkapi kesenjangan empiris yang ada pada penelitian di bidang efikasi diri.

Pada salah satu sesi pertanyaan, Dr. Amin Wibowo selaku ko-promotor mengatakan bahwa salah satu anteseden efikasi diri, yaitu kemampuan fisik, yang dikemukakan oleh Dr. Suwito ini mengingatkannya pada salah satu lirik lagu kebangsaan berjudul Indonesia Raya yang berbunyi, “bangunlah jiwanya.. bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya..”. Menanggapi pernyataan Dr. Amin, Dr. Suwito mengatakan bahwa sebenarnya ia tidak berusaha untuk menghubungkan penelitiannya ini dengan lirik lagu tersebut. Namun ia yakin, sebagai warga negara, apalagi taruna yang memang dibentuk sebagai pemimpin dan pelindung bangsa, maka fisik yang kuat dan memadai tentu dibutuhkan untuk dapat menjalankan tugas dan kewajibannya di masa mendatang.

Di akhir sesi, Dr. Hani Handoko selaku promotor mengatakan bahwa Dr. Suwito merupakan representasi yang baik dari TNI AU. Ia berharap, Dr. Suwito bersedia untuk sharing spirit kepada rekan-rekan maupun bawahannya di lingkungan militer untuk terus belajar. Sebagai penutup Dr. Hani mengatakan, “Kalau mau meraih gelar doktor, harus melalui proses yang berkualitas”. (CAM)

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 9 of 58