Tentang UGM
FEB UGM
Perpustakaan UGM
Webmail @UGM
Bahasa Indonesia
English
Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Magister Sains dan Doktor

Fakultas Ekonomika dan Bisnis

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Home Berita
Berita
Kunjungan Program Studi Manajemen Program Pascasarjana Universitas Bosowa PDF Print E-mail
Friday, 08 September 2017 08:19

Peserta kunjungan foto bersama Dr. Amin Wibowo di Ruang Lippo Lt. 2 Gedung MD FEB UGM.

Yogyakarta – MD UGM mendapatkan kunjungan dari sebagian dosen dan mahasiswa pascasarjana Program Studi Manajemen Universitas Bosowa, Makassar, Sulawesi Selatan. Kunjungan dilakukan pada hari Jumat (08/09/2017) pukul 08.00 s.d 10.30 WIB. Kunjungan dibuka dengan sambutan dan pengenalan program studi manajemen MD FEB UGM, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium komputer dan perpustakaan MD FEB UGM.

Sambutan dan pengenalan Program Studi Manajemen MD FEB UGM disampaikan oleh Dr. Amin Wibowo selaku Ketua Departemen Manajemen FEB UGM di Ruang Lippo Lt. 2 Gedung MD FEB UGM. Pada awal sambutannya, beliau memberikan penjelasan mengenai Visi & Misi MD FEB UGM. Beliau menekankan bahwa berdasarkan visi dan misi yang telah disampaikan, tujuan utama dari MD FEB UGM adalah menciptakan academic leader, bukan professional leader. Untuk itu, program MD memang dikhususkan untuk mencetak pengajar dan peneliti. Selanjutnya Dr. Amin juga menjelaskan tentang Learning Goal dan Learning Objective MD Program Studi Manajemen. Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa MD program studi manajemen diharapkan mendapatkan pemahaman secara komprehensif terkait pengetahuan di bidang manajemen dengan pemahaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan S1. Dr. Amin juga menjelaskan mengenai metode pengukuran capaian pembelajaran. Dalam mengukur capaian pembelajaran, program studi manajemen MD FEB UGM tidak hanya menggunakan evaluasi dari dosen namun juga menggunakan independen evaluator. Beliau juga menjelaskan terkait komposisi dosen dan matakuliah yang diajarkan. Di akhir acara, Dr. Amin memberikan kesempatan kepada para peserta kunjungan untuk mengajukan pertanyaan. Sesi sambutan dan pengenalan berakhir pukul 09.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium komputer dan perpustakaan.

 

Presentasi e-journal oleh Kepala Bagian Teknologi Informasi, Handayani, S.E.

Setelah tiba di laboratorium komputer MD FEB UGM, peserta kunjungan mendapatkan penjelasan terkait akses e-journal oleh Kepala Bagian Teknologi Informasi, Handayani, S.E. Beliau memberikan penjelasan mengenai berbagai jurnal yang dilanggan oleh UGM dan akses unggah mandiri UGM. Setelah itu, peserta diberi kesempatan untuk mencoba secara langsung akses e journal menggunakan komputer yang tersedia di laboratorium. Pukul 10.00 WIB peserta dimobilisasi untuk melakukan kunjungan ke perpustakaan untuk melihat koleksi di perpustakaan. (DS)

 
Mahasiswa MD Mendapatkan Pelatihan Akses E-Journal dan Database PDF Print E-mail
Wednesday, 30 August 2017 09:45

Bapak Bagus Wijaya menjelaskan penggunaan aplikasi ‘Mendeley’.

YOGYAKARTA – Mahasiswa MD FEB UGM mendapatkan pelatihan akses e-journal dan database dari tim perpustakaan UGM di Ruang Auditorium BRI Lantai 3 Gedung MD FEB UGM, Rabu (30/08/2017). Tujuan diadakan pelatihan tersebut adalah untuk mendukung UGM menjadi universitas riset berkelas internasional. Pelatihan tersebut diadakan di 18 fakultas, sekolah pascasarjana, sekolah vokasi, dan pusat UGM. Pengisi acara adalah Ibu Maryatun, yang saat ini menjabat sebagai ketua unit perpustakaan FEB UGM dan Bapak Bagus Wijaya, yang saat ini menjadi kepustakawan dari Fakultas Teknik UGM.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB. Sesi pertama diisi oleh Ibu Maryatun. Dalam sosialisasinya, Ibu Maryatun menjelaskan tentang jurnal dan majalah yang dilanggan oleh UGM dan cara mengaksesnya. Beliau juga menyampaikan bahwa akses terhadap e-journal maupun database di UGM masih dibawah 20%. Sehingga mahasiswa dihimbau untuk meningkatkan tingkat akses terhadap e-journal maupun database yang dilanggan oleh UGM.

Pada sesi kedua, Bapak Bagus Wijaya menjelaskan tentang reference management tool dengan menggunakan aplikasi ‘Mendeley’. Dalam penjelasannya, Bapak Bagus mengatakan bahwa Mendelay merupakan salah satu aplikasi yang berguna untuk manajemen dokumen, menulis sitasi secara otomatis, dan media jejaring antar peneliti ilmiah. Sehingga dengan menggunakan aplikasi tersebut mahasiswa yang sedang membuat karya akhir tidak perlu lagi menulis daftar pustaka secara manual. Penggunaan aplikasi tersebut juga akan meminimalisasi terjadinya plagiarism akibat lupa atau salah menuliskan referensi. Selain memberikan penjelasan mengenai apa itu Mendeley dan juga kegunaannya, pembicara juga mendemonstrasikan cara penggunaan aplikasi tersebut. (DS)

 
Kuliah Umum Demand and Supply of Education in Indonesia PDF Print E-mail
Wednesday, 30 August 2017 07:06

Prof. (Menno) Pradhan menyampaikan materi pada kuliah umum, Selasa (29 Agustus 2017).

YOGYAKARTA-Program MD FEB UGM mengadakan kuliah umum dengan tema ‘Demand and Supply of Education in Indonesia’. Pembicara dalam kuliah umum tersebut merupakan seorang peneliti dan dosen dari Universiteit Van Amsterdam, Prof. dr. M.P. (Menno) Pradhan. Moderator adalah Dr. Heni Wahyuni yang merupakan salah satu pengajar di FEB UGM. Acara diadakan pada tanggal 29 Agustus 2017 di Ruang Auditorium BRI Lantai 3 Gedung MD FEB UGM. Turut hadir dalam acara tersebut Prof. Catur Sugiyanto, ketua program studi Ilmu Ekonomi MD FEB UGM.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan singkat yang disampaikan oleh Prof. Catur Sugianto. Dalam sambutannya, Prof Catur menyampaikan bahwa sebagai akademisi sangatlah penting untuk mengetahui current issues yang ada, termasuk dalam bidang pendidikan. Setelah sambutan selesai, moderator membacakan CV singkat dari pembicara. Selanjutnya pembicara diperkenankan untuk menyampaikan materinya.

Pada awal pembahasan, Prof. (Menno) Pradhan menyampaikan kaitan antara pendidikan dan ekonomi. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan memiliki andil yang besar dalam menyukseskan perekonomian suatu negara. Tingginya tingkat pendidikan masyarakat di suatu negara, akan berpengaruh terhadap tingginya human capital di negara tersebut. Human capital, nantinya akan berhubungan positif dengan produktivitas tenaga kerja, inovasi, dan kemampuan tenaga kerja untuk mengadopsi suatu teknologi baru. Mengingat demand dan supply terkait pendidikan di negara berkembang masih rendah, pemerintah di negara tersebut berupaya membuat berbagai kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat di negaranya. Kebijakan yang dibuat mengarah pada dua sisi, yaitu untuk meningkatkan sisi demand dan supply. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan terkadang masih kurang efektif. Pembicara menunjukkan hasil penelitian tentang efektivitas kebijakan program sertifikasi guru terhadap peningkatan pendidikan di Indonesia. Meskipun program ini berhasil meningkatkan jumlah orang yang semakin berminat untuk menjadi guru, namun program ini ternyata tidak menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kualitas siswa. Untuk itu, masih perlu dilakukan evaluasi terhadap kebijakan terkait pendidikan. Kebijakan yang kurang cost effective harus diganti dengan kebijakan yang lebih cost effective.

Selain itu, pembicara juga mengatakan bahwa pendidikan juga berpengaruh dalam mengurangi angka kehamilan di usia dini. Pembicara mempresentasikan sebuah penelitian yang dilakukan di Kenya. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa secondary schooling, akan meningkatkan human capital, meningkatkan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan formal, dan mengurangi angka kehamilan di usia dini.

Di penghujung acara, Prof. (Menno) memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan. Setelah sesi tanya jawab berakhir, moderator menutup acara tersebut dengan ucapan terimakasih kepada pembicara dan peserta. Moderator berharap seluruh peserta mendapatkan banyak pelajaran dari kuliah umum tersebut. Acara pun berakhir pukul 12.45 WIB. (DS)

 
Cynthia Ayu Manggarani Meraih “Best Paper” pada Ajang Konferensi Internasional PDF Print E-mail
Wednesday, 30 August 2017 00:50

Cynthia Ayu Manggarani menunjukkan sertifikat “Best Paper” yang ia peroleh.

Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM patut berbangga hati karena salah satu mahasiswanya, Cynthia Ayu Manggarani berhasil meraih kategori “Best Paper” pada ‘Third Asia Pacific Conference on Contemporary Research (APCCR-2017)’. Konferensi Internasional tersebut diselenggarakan selama dua hari (26-27 Agustus 2017) di Kuala Lumpur, Malaysia. Konferensi Internasional yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Institute of Advanced Research tersebut mengusung tema ‘Sharing Solution’. Peserta konferensi mayoritas merupakan professor dan associate professor dari berbagai negara seperti Australia, Malaysia, Jepang, dan Inggris. Dari 20 peserta yang mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan paper nya, tiga peserta merupakan mahasiswa MD FEB UGM.

Hari pertama konferensi diisi dengan sambutan yang disampaikan oleh seorang peneliti profesional dibidang bisnis, Sourajit Aiyer, dengan tema ‘Is South-East Asia the Next Big Thing: Comparison With Peer Regions’, Setelah itu dilanjutkan dengan dinner dan networking. Konferensi secara resmi dibuka pada hari kedua dengan sambutan yang disampaikan oleh ketua penyelenggara konferensi, Prof. Mohd Nazari Ismail, dengan tema ‘Global Economic Slowdown and Chinese Debt Bubble’. Presentasi paper diselenggarakan pada hari kedua mulai pukul 10.00 pagi sampai dengan 05.50 sore waktu setempat.

Judul paper yang ditulis oleh Cynthia adalah ‘Trying to Buy A New Product: What Does Advertising Do Nowadays?’. Dalam paper yang ditulisnya, Cynthia meneliti tentang relevansi dari keberadaan iklan dalam membentuk sikap konsumen terhadap iklan tersebut, yang kemudian akan memunculkan niat konsumen untuk mencoba membeli produk baru. Dalam proses penulisan papernya, Cynthia dibimbing oleh Prof. Basu Swastha Dharmmesta, salah satu pengajar di MD FEB UGM. Sehingga Prof. Basu Swastha Dharmmesta menjadi penulis kedua dalam paper tersebut.

Untuk memotivasi rekan-rekannya Cynthia berpesan kepada mahasiswa lain agar jangan pernah membatasi diri dalam menuntut ilmu dan juga jangan pernah merasa puas dengan apa yang telah didapatkan. Sebagai mahasiswa MD, kita memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi ilmu pengetahuan. Hanya melalui berbagai perdebatan-perdebatan lah ilmu pengetahuan dapat berkembang. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengikuti berbagai konferensi yang tersedia. (DS)


 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 8 of 63