Tentang UGM
FEB UGM
Perpustakaan UGM
Webmail @UGM
Bahasa Indonesia
English
Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Magister Sains dan Doktor

Fakultas Ekonomika dan Bisnis

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Home Berita
Berita
Hety Budiyanti Resmi Meraih Gelar Doktor dengan Mengangkat Topik Masalah Keagenan PDF Print E-mail
Tuesday, 23 May 2017 01:55

2017-05-23-PHOTO-00000186
Dr. Hety bersama tim penguji disertasi.

YOGYAKARTA Senin (22/05/2017), Hety Budiyanti, SE, M.Ak, resmi meraih gelar doktor di Auditorium BRI Gedung MD FEB UGM. Dipromotori oleh Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, MBA, serta di ko-promotori oleh Dr. Suad Husnan, MBA dan Dr. Mamduh Hanafi, MBA, Dr. Hety berhasil memertahankan disertasinya yang berjudul “Transaksi Pihak Berelasi dan Ekspropriasi Pemegang Saham Minoritas pada Perusahaan Publik di Indonesia” di hadapan para penguji. Dr. Hety merupakan doktor ke-3588 yang diluluskan oleh UGM dan doktor ke-229 yang diluluskan oleh FEB UGM. Turut hadir dalam acara sidang terbuka ini, Dr. Amin Wibowo selaku Ketua Tim Penguji yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Departemen Manajemen FEB UGM.

Disertasi Dr. Hety berhasil menjelaskan teori keagenan secara lebih lengkap dan terintegrasi dengan menyediakan kerangka konseptual dalam menguji pengaruh transaksi pihak berelasi terhadap kinerja dan nilai perusahaan dengan melibatkan mekanisme tata kelola perusahaan dan tipe kepemilikan perusahaan. Secara khusus, riset tersebut juga menjelaskan kombinasi antara teori keagenan tipe 2, teori transaksi biaya, teori private benefit of control, teori konflik kepentingan, dan teori efisien transaksi pihak berelasi.

Riset ini menemukan bukti empiris bahwa transaksi pihak berelasi jenis tertentu dapat digunakan sebagai alat untuk mentransfer sumber daya keluar dari perusahaan untuk kepentingan pemegang saham pengendali dengan mengorbankan kepentingan pemegang saham minoritas. Di sisi lain, riset ini juga mengungkap bahwa transaksi pihak berelasi jenis tertentu dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan nilai perusahaan.

Dr. Hety berharap, riset ini dapat digunakan juga untuk memahami jenis-jenis transaksi pihak berelasi yang berpotensi tunneling dan berpotensi propping yang mungkin terjadi dari transaksi berelasi yang bersifat oportunis. Dengan demikian, langkah antisipasi bagi calon investor dan investor dalam pengambilan keputusan investasi dapat diterapkan secara lebih baik.

Prof. Eduardus Tandelilin selaku promotor menyampaikan selamat kepada Dr. Hety Budiyanti, SE, M.Ak, atas pencapaiannya dalam meraih gelar doktor, dan juga ucapan selamat kepada Universitas Negeri Makassar yang merupakan universitas tempat Dr. Hety mengajar. Prof. Tandelilin juga menyatakan bahwa Dr. Hety merupakan pribadi yang tekun dan pantang menyerah, dan hal ini terbukti bahwa Dr. Hety mampu menyelesaikan disertasinya meskipun datanya sangat sulit didapat. (CAM)

 
Rombongan dari Universitas Bung Hatta Padang Berkunjung ke Program MD PDF Print E-mail
Friday, 19 May 2017 03:49

DSC_2186
Pengelola Program MD bersama Rombongan dari Universitas Bung Hatta Padang.

YOGYAKARTA – Program MD mendapat kunjungan dari Universitas Bung Hatta Padang. Rombongan tersebut terdiri dari mahasiswa semester 6 dan semester 8 Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta. Didampingi oleh Dr. Akmal, SE, MSi dan Elfitra Azliyati, SE, MSc selaku dosen dari Universitas Bung Hatta, acara kunjungan ini disambut baik oleh Pengelola Program MD Dr. Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand. Merc. di Ruang Batasan lantai 3 Gedung MD FEB UGM.

Dr. Akmal yang juga merupakan alumni Program Doktor FEB UGM menyampaikan bahwa kunjungan tersebut ditujukan sebagai ajang untuk menambah wawasan mahasiswa Fakutas Ekonomi Universitas Bung Hatta mengenai Program MD FEB UGM. Ditambah lagi, banyak mahasiswa dari Universitas Bung Hatta yang berminat untuk melanjutkan studinya ke Program Magister Sains FEB UGM. Oleh karena itu, tidak hanya ingin memperluas wawasan, namun kunjungan kali ini juga ditujukan untuk mencari informasi mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan jika ingin mendaftar Program Magister Sains FEB UGM, serta kompetensi apa saja yang akan dihasilkan jika berhasil lulus dari program tersebut.

Pengelola Program MD Dr. Nurul Indarti menjelaskan bahwa untuk menjadi mahasiswa FEB UGM, ada lima nilai inti yang harus ditanamkan pada diri masing-masing individu. Kelima nilai inti tersebut adalah, integritas, profesionalisme, obyektivitas, kebebasan akademik yang beretika, dan kepedulian sosial. Beliau menekankan bahwa kegiatan pembelajaran di FEB UGM tidak akan berjalan jika mahasiswa tidak memiliki kemauan yang kuat untuk beradaptasi dan berkembang. Oleh sebab itu, selain persyaratan administrasi yang harus dipenuhi, Dr. Nurul mengingatkan bagi mahasiswa yang berminat untuk melanjutkan studi di Program MD FEB UGM supaya memantapkan pilihannya dan siap untuk bekerja keras apabila diterima di Program MD.

Lebih lanjut, Dr. Nurul memastikan bahwa program-program yang ada di Program MD telah dirancang sedemikian rupa sesuai dengan standar AACSB (Association to Advance Collegiate School of Business) untuk mengedukasi mahasiswa agar memiliki kemampuan meneliti yang baik. Beliau juga menambahkan, lulusan Program MD sebenarnya memiliki kesempatan yang sangat luas untuk berkarya. Capaian tersebut dapat terlaksana karena mahasiswa Program MD dibekali oleh kemampuan untuk memahami konsep dengan baik dan dibekali metode-metode penelitian yang advanced untuk memecahkan berbagai masalah. Hal tersebut, ditekankan oleh Dr. Nurul, juga merupakan suatu hal yang membedakan Program MD dengan program lain yang menerapkan kurikulum berbasis pemecahan masalah kasus. Ditambah lagi, Program MD juga telah menjalin kerjasama di level nasional dan internasional sehingga lulusan Program MD akan mendapatkan manfaat berupa networking yang luas. (CAM)

 
LEMKAJI MPR RI Bekerjasama dengan Program MD Menyelenggarakan FGD tentang Perwujudan Kesejahteraan Nasional PDF Print E-mail
Sunday, 14 May 2017 04:37

MPR
Pengelola MD bersama anggota LEMKAJI MPR RI.

YOGYAKARTA – Lembaga Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (LEMKAJI MPR RI) bekerjasama dengan Program MD FEB UGM menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Kebijakan Perekonomian Nasional untuk Mewujudkan Kesejahteraan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesiapada hari Jumat (12/05/2017) di Hotel Eastparc, Yogyakarta.

Acara FGD tersebut dibuka oleh sambutan dari Pimpinan Lembaga Pengkajian MPR RI Dr. M. Jafar Hafsah, LP.M., dan oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM Prof. Dr. Suratman. Acara ini ditujukan untuk membahas mengenai tafsir makna pasal-pasal dalam UUD 1945 yaitu pasal 18, pasal 23, pasal 27, dan pasal 33 yang berkaitan dengan usaha bersama yang dikuasai oleh negara dan makna “efisiensi yang berkeadilan” dalam kehidupan bangsa dan negara.

Acara inti dilanjutkan dengan pembahasan narasumber yang terdiri dari Dr. Eko Suwardi, M.Sc. (Dekan FEB UGM), Prof. Gunawan Sumodiningrat, M.Ec., dan Dr. Bagus Santoso, serta dimoderatori oleh Dr. Amirullah Setya Hadi, Cand. Oecon. Acara ini diikuti oleh 30 pembahas yang mayoritas berasal dari kalangan akademisi UGM.

Pimpinan LEMKAJI MPR RI menyatakan bahwa hasil akhir FGD ini akan digunakan sebagai rujukan rekomendasi yang akan diujisahkan dalam simposium pada tanggal 12 Juli 2017. Lebih lanjut lagi, hasil tersebut akan disertakan dalam penulisan buku tentang sistem perekonomian nasional untuk mewujudkan kesejahteraan sosial berdasarkan UUD 1945.

Wakil Rektor UGM Prof. Dr. Suratman menyambut baik forum yang istimewa ini karena pada kenyataannya belum banyak terlaksana forum serupa antara MPR RI dan UGM. Beliau menyampaikan, adanya urgensi untuk mengadakan forum ini didasari oleh fakta bahwa generasi saat ini mengalami penurunan kualitas dalam pemecahan permasalahan ekonomi. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian dari pemerintah untuk membangkitkan kembali daya juang generasi muda dalam mengembangkan perekonomian Indonesia.

Adapun lebih lanjut Prof. Dr. Suratman menegaskan, UGM sebagai institusi yang lahir dalam kancah perjuangan kemerdekaan siap untuk membangun semangat perjuangan melalui pendidikan dan penelitian yang ditanamkan pada para akademisi untuk membawa perubahan baru pada bangsa dan dunia.

Dalam diskusi pembahasan, Pengelola Program MD FEB UGM Dr. Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand. Merc., menyoroti tentang kesejahteraan sosial yang memiliki makna tentang bagaimana peran bangsa dalam menanamkan kemandirian pada masyarakatnya. Beliau menyampaikan kekhawatirannya bahwa meskipun dewasa ini UMKM telah menjadi fokus, namun tampaknya pelaku-pelaku UMKM belum memiliki jiwa untuk menjadi lebih maju. Hal tersebut menurut beliau bukanlah tidak beralasan. Pasalnya, Dr. Nurul menyadari bahwa ada 20 UU yang concern terhadap UMKM, namun UU tersebut sampai sekarang masih tumpang tindih (baca: saling meniadakan) sehingga hal ini menjadi problematik. Oleh karena itu, beliau mengusulkan UU khusus bagi kewirausahaan nasional dan kewirausahaan sosial, mengingat kedua domain kewirausahaan tersebut sedang cukup ramai diperbincangkan di dunia dan sangat berkontribusi bagi perekonomian negara.

Pada akhir acara, Wakil Ketua LEMKAJI MPR RI Prof. Dr. Syamsul Bahri, M.Sc. menyampaikan bahwa beliau sangat mengapresiasi diskusi yang sangat menarik dan kontributif bagi kemajuan perekonomian bangsa tersebut. Ditambah lagi, forum-forum diskusi UGM selalu menyertakan mahasiswa sebagai pelaku diskusi sehingga hal ini mendorong pemikiran-pemikiran generasi muda yang inovatif terekspos ke dalam ruang komunikasi yang bermanfaat. Beliau berharap ke depannya MPR RI dapat bekerjasama kembali dengan UGM untuk menyelenggarakan acara serupa. (CAM)

 
Mendukung Visi UGM sebagai Universitas Kerakyatan, Program MD Menyelenggarakan Public Lecture Tentang Kewirausahaan Sosial PDF Print E-mail
Monday, 01 May 2017 09:33

2017-05-02-PHOTO-00000151
Prof. Tomlins memberikan paparan mengenai fenomena social entrepreneurship secara global.

YOGYAKARTA – Jumat (28/04/2017), Program MD menyelenggarakan Public Lecture yang berjudul “Fostering Social Innovation and Social Enterprise in Students in Higher Education” di Auditorium BRI Lt. 3 Gedung MD FEB UGM. Dalam acara kali ini Program MD bersama dengan British Council berkesempatan untuk menghadirkan tamu dari Coventry University Social Enterprise (CUSE) United Kingdom yaitu Professor Richard Tomlins, yang merupakan pakar dan penggiat nilai-nilai sosial, kesamarataan, dan usaha-usaha pelekatan masyarakat dalam bisnis, dan Carole Donnelly, seorang social entrepreneur (wirausahawan sosial) yang mendedikasikan dirinya bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

Selain dua pembicara dari UK tersebut, Program MD juga berkesempatan untuk mengundang pembicara dari Indonesia yaitu Veronica Colondam, perintis dan CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), yang juga merupakan penggiat kewirausahaan sosial di Indonesia. Acara ini turut dihadiri oleh Dekan FEB UGM, Dr. Eko Suwardi dan Pengelola Program MD FEB UGM Dr. Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand.Merc.

Sesi pertama public lecture ini dibuka oleh Dekan FEB UGM Dr. Eko Suwardi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa topik mengenai inovasi dan kewirausahaan sosial sangat relevan diterapkan di Indonesia. Meskipun Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, namun ternyata Indonesia juga memiliki rasio gini yang tinggi. Artinya, kue pembangunan yang dihasilkan oleh negara ini belum dinikmati secara merata oleh masyarakatnya. Oleh karena itu, Dr. Eko berharap bahwa kewirausahaan sosial ini dapat meningkatkan kebersamaan masyarakat. Beliau menekankan, “Walaupun kita berusaha untuk mencari keuntungan, namun pada saat yang bersamaan kita juga harus concern terhadap kehidupan sosial di sekitar kita.”

Pengelola Program MD FEB UGM Dr. Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand.Merc. menyampaikan bahwa acara public lecture ini diadakan sebagai usaha untuk mendukung visi UGM sebagai universitas kerakyatan melalui cara-cara yang menyemangati kewirausahaan sosial. Adapun lebih lanjut, pemilihan pembicara dari UK adalah dengan alasan bahwa UK merupakan negara yang sudah maju dalam pengembangan kewirausahaan sosial. Ditambah lagi, CUSE merupakan universitas yang sangat mission driven dalam mendukung usaha-usaha pengembangan tersebut. Beliau berharap, usaha-usaha pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan di UGM seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat disempurnakan dengan dukungan terhadap inovasi dan kewirausahaan sosial. (CAM)

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 7 of 58