Tentang UGM
FEB UGM
Perpustakaan UGM
Webmail @UGM
Bahasa Indonesia
English
Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Magister Sains dan Doktor

Fakultas Ekonomika dan Bisnis

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Home Berita
Berita
Kuliah Umum Demand and Supply of Education in Indonesia PDF Print E-mail
Wednesday, 30 August 2017 07:06

Prof. (Menno) Pradhan menyampaikan materi pada kuliah umum, Selasa (29 Agustus 2017).

YOGYAKARTA-Program MD FEB UGM mengadakan kuliah umum dengan tema ‘Demand and Supply of Education in Indonesia’. Pembicara dalam kuliah umum tersebut merupakan seorang peneliti dan dosen dari Universiteit Van Amsterdam, Prof. dr. M.P. (Menno) Pradhan. Moderator adalah Dr. Heni Wahyuni yang merupakan salah satu pengajar di FEB UGM. Acara diadakan pada tanggal 29 Agustus 2017 di Ruang Auditorium BRI Lantai 3 Gedung MD FEB UGM. Turut hadir dalam acara tersebut Prof. Catur Sugiyanto, ketua program studi Ilmu Ekonomi MD FEB UGM.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan singkat yang disampaikan oleh Prof. Catur Sugianto. Dalam sambutannya, Prof Catur menyampaikan bahwa sebagai akademisi sangatlah penting untuk mengetahui current issues yang ada, termasuk dalam bidang pendidikan. Setelah sambutan selesai, moderator membacakan CV singkat dari pembicara. Selanjutnya pembicara diperkenankan untuk menyampaikan materinya.

Pada awal pembahasan, Prof. (Menno) Pradhan menyampaikan kaitan antara pendidikan dan ekonomi. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan memiliki andil yang besar dalam menyukseskan perekonomian suatu negara. Tingginya tingkat pendidikan masyarakat di suatu negara, akan berpengaruh terhadap tingginya human capital di negara tersebut. Human capital, nantinya akan berhubungan positif dengan produktivitas tenaga kerja, inovasi, dan kemampuan tenaga kerja untuk mengadopsi suatu teknologi baru. Mengingat demand dan supply terkait pendidikan di negara berkembang masih rendah, pemerintah di negara tersebut berupaya membuat berbagai kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat di negaranya. Kebijakan yang dibuat mengarah pada dua sisi, yaitu untuk meningkatkan sisi demand dan supply. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan terkadang masih kurang efektif. Pembicara menunjukkan hasil penelitian tentang efektivitas kebijakan program sertifikasi guru terhadap peningkatan pendidikan di Indonesia. Meskipun program ini berhasil meningkatkan jumlah orang yang semakin berminat untuk menjadi guru, namun program ini ternyata tidak menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kualitas siswa. Untuk itu, masih perlu dilakukan evaluasi terhadap kebijakan terkait pendidikan. Kebijakan yang kurang cost effective harus diganti dengan kebijakan yang lebih cost effective.

Selain itu, pembicara juga mengatakan bahwa pendidikan juga berpengaruh dalam mengurangi angka kehamilan di usia dini. Pembicara mempresentasikan sebuah penelitian yang dilakukan di Kenya. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa secondary schooling, akan meningkatkan human capital, meningkatkan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan formal, dan mengurangi angka kehamilan di usia dini.

Di penghujung acara, Prof. (Menno) memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan. Setelah sesi tanya jawab berakhir, moderator menutup acara tersebut dengan ucapan terimakasih kepada pembicara dan peserta. Moderator berharap seluruh peserta mendapatkan banyak pelajaran dari kuliah umum tersebut. Acara pun berakhir pukul 12.45 WIB. (DS)

 
Cynthia Ayu Manggarani Meraih “Best Paper” pada Ajang Konferensi Internasional PDF Print E-mail
Wednesday, 30 August 2017 00:50

Cynthia Ayu Manggarani menunjukkan sertifikat “Best Paper” yang ia peroleh.

Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM patut berbangga hati karena salah satu mahasiswanya, Cynthia Ayu Manggarani berhasil meraih kategori “Best Paper” pada ‘Third Asia Pacific Conference on Contemporary Research (APCCR-2017)’. Konferensi Internasional tersebut diselenggarakan selama dua hari (26-27 Agustus 2017) di Kuala Lumpur, Malaysia. Konferensi Internasional yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Institute of Advanced Research tersebut mengusung tema ‘Sharing Solution’. Peserta konferensi mayoritas merupakan professor dan associate professor dari berbagai negara seperti Australia, Malaysia, Jepang, dan Inggris. Dari 20 peserta yang mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan paper nya, tiga peserta merupakan mahasiswa MD FEB UGM.

Hari pertama konferensi diisi dengan sambutan yang disampaikan oleh seorang peneliti profesional dibidang bisnis, Sourajit Aiyer, dengan tema ‘Is South-East Asia the Next Big Thing: Comparison With Peer Regions’, Setelah itu dilanjutkan dengan dinner dan networking. Konferensi secara resmi dibuka pada hari kedua dengan sambutan yang disampaikan oleh ketua penyelenggara konferensi, Prof. Mohd Nazari Ismail, dengan tema ‘Global Economic Slowdown and Chinese Debt Bubble’. Presentasi paper diselenggarakan pada hari kedua mulai pukul 10.00 pagi sampai dengan 05.50 sore waktu setempat.

Judul paper yang ditulis oleh Cynthia adalah ‘Trying to Buy A New Product: What Does Advertising Do Nowadays?’. Dalam paper yang ditulisnya, Cynthia meneliti tentang relevansi dari keberadaan iklan dalam membentuk sikap konsumen terhadap iklan tersebut, yang kemudian akan memunculkan niat konsumen untuk mencoba membeli produk baru. Dalam proses penulisan papernya, Cynthia dibimbing oleh Prof. Basu Swastha Dharmmesta, salah satu pengajar di MD FEB UGM. Sehingga Prof. Basu Swastha Dharmmesta menjadi penulis kedua dalam paper tersebut.

Untuk memotivasi rekan-rekannya Cynthia berpesan kepada mahasiswa lain agar jangan pernah membatasi diri dalam menuntut ilmu dan juga jangan pernah merasa puas dengan apa yang telah didapatkan. Sebagai mahasiswa MD, kita memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi ilmu pengetahuan. Hanya melalui berbagai perdebatan-perdebatan lah ilmu pengetahuan dapat berkembang. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mengikuti berbagai konferensi yang tersedia. (DS)


 
Ramai Peminat, Program MD Adakan Workshop Metode Kualitatif Lanjutan Gelombang 2 PDF Print E-mail
Sunday, 27 August 2017 01:09

Dr. Nurul Indarti memberikan sambutan kepada seluruh peserta Workshop Metode Kualitatif Lanjutan Gelombang 2.

YOGYAKARTA-Tingginya peminat workshop terkait penggunaan metode kualitatif dalam penelitian ekonomi dan bisnis, memotivasi program MD FEB UGM untuk mengadakan workshop 'Metode Kualitatif Lanjutan Gelombang 2'. Workshop kembali diadakan di Gedung Magister Sains dan Bisnis FEB UGM, selama dua hari berturut-turut, yaitu tanggal 25-26 Agustus 2017. Dr. Yulia Arisnani Widyaningsih, Dr. Sari Sitalaksmi, dan Dr.  Suyanto kembali dipercaya untuk menjadi pembicara. Peserta workshop kali ini mayoritas merupakan perwakilan dari instansi di luar UGM.

Acara pada hari pertama dimulai pada pukul 08.30 WIB, dengan sambutan dari Dr. Nurul Indarti selaku ketua program studi Ilmu Manajemen MD FEB UGM. Dalam sambutannya, Dr. Nurul menyampaikan pentingnya penggunaan metode kualitatif dalam perkembangan riset di bidang ekonomi dan bisnis saat ini, mengingat penelitian saat ini sudah terlalu banyak yang menggunakan metode kuantitatif.

Materi yang diberikan pada workshop gelombang 2 ini sama dengan materi yang diberikan pada gelombang 1 (18-19 Agustus 2017). Terdapat empat sesi pada hari pertama.  Sesi I dan Sesi II diisi oleh Dr. Yulia Arisnani Widyaningsih, dengan materi tentang karakteristik riset kualitatif, pendekatan riset kualitatif, research cycle, trustworthiness, dan evaluasi kualitas riset kualitatif. Sesi III dan IV diisi oleh Dr. Sari Sitalaksmi dengan materi tentang proses penelitian, teknik pengumpulan data, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengumpulan data, dan contoh proposal penelitian dengan metode kualitatif. Workshop hari pertama berakhir pada pukul 16.15 WIB.

Workshop hari kedua dimulai pukul 08.00 WIB. Pengisi materi adalah Bapak Suyanto, yang berlangsung di laboratorium komputer MD FEB UGM. Di hari kedua, peserta workshop diberi kesempatan untuk mengaplikasikan penggunaan NVivo dalam riset kualitatif. Workshop berakhir pada pukul 11.30 WIB. (DS)

 
Pelatihan Public Speaking Mahasiswa Baru Program MD PDF Print E-mail
Saturday, 26 August 2017 14:14

Bapak Ferry Anggara memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan.

YOGYAKARTA, dalam rangka meningkatkan kemampuan berkomunikasi mahasiswa baru, program MD mengadakan pelatihan public speaking pada hari Jumat (25/08/2017). Acara bertempat di Ruang Auditorium BRI lantai 3 Gedung MD FEB UGM. Trainer adalah Ferry Anggara, yang merupakan profesional MC dan presenter berita TVRI. Beliau juga telah berpengalaman mengisi training public speaking di berbagai institusi besar di Indonesia.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan sambutan yang disampaikan oleh Dr. Nurul Indarti selaku ketua program studi manajemen MD FEB UGM. Dalam sambutannya, Dr. Nurul menyampaikan bahwa pelatihan public speaking diadakan dalam rangka mencapai salah satu misi FEB UGM, yaitu creating leaders. Untuk program MD sendiri, yang dimaksud dengan leader adalah leading in research. Untuk menjadi leader in research and academic dibutuhkan tiga hal, yaitu knowledge skill, methodological skill, dan communication skill.

Setelah sambutan selesai, acara sepenuhnya diserahkan kepada trainer. Bapak Ferry membuka acara pelatihan dengan memperkenalkan dirinya dan menceritakan perjalanan karier nya sebagai seorang MC, presenter dan trainer. Setelah itu, beliau menyampaikan pentingnya memiliki kemampuan public speaking yang baik bagi seseorang, terutama seorang akademisi. Pak Ferry mengatakan bahwa public speaking yang baik akan sangat berperan bagi keberhasilan transfer knowledge. Sehingga setiap akademisi wajib memiliki kemampuan tersebut agar apa yang ia sampaikan dapat diserap dengan baik oleh audience.

Dalam training tersebut, Bapak Ferry menyampaikan beberapa hal yang harus dipahami agar bisa menjadi public speaker yang baik, seperti: elemen-elemen public speaking; pentingnya memperhatikan psikologi, situasi, dan demografis audience; faktor-faktor yang mempengaruhi rasa percaya diri pada saat berbicara di depan umum; strategi penyajian yang efektif dan komunikatif; serta pentingnya ekspresi wajah, eye contact, dan gesture yang tepat dalam berbicara. Selanjutnya Bapak Ferry memaparkan bagaimana cara melakukan opening, menyampaikan body content, dan melakukan closing.

Training yang berlangsung selama tiga jam tersebut berlangsung dengan kondusif dan interaktif. Trainer selalu melibatkan interaksi dengan audience dalam menyampaikan materi. Bahkan beberapa kali trainer meminta audience untuk maju ke depan untuk mempraktikkan materi yang telah disampaikan. Kemampuan trainer untuk menarik perhatian audience menjadikan acara tersebut tidak membosankan.

Acara berakhir pukul 11.00 WIB. Di akhir acara, trainer menyampaikan bahwa kunci sukses menjadi pembicara adalah ‘selalu belajar, berlatih dan memperbaiki diri’. Setelah melakukan closing, Bapak Ferry meminta seluruh peserta untuk berfoto bersama sebelum meninggalkan ruangan. (DS)

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 7 of 62